BUAH RINDU II – Amir Hamzah

BUAH RINDU II
Oleh :
Amir Hamzah

Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dan nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Di waktu ini gelap gulita.

Kicau murai tiada merdu
Pada beta bujang Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
Dalam telingaku seperti dahulu.

Tuan aduhai mega berarak
Yang melipud dewangga raya
Berhentilah tuan di atas teratak
Anak Langkat musyafir lata.

Sesa’at sekejap mata beta berpesan
Padamu tuan aduhai awan
Arah manatah tuan berjalan
Di negeri manatah tuan bertahan?

Sampaikan rinduku pada adinda
Bisikkan rayuanku pada juita
Liputi lututnya muda kencana
Serupa beta memeluk dia.

Ibu, konon jauh tanah Selindung
Tempat gadis duduk berjuntai
Bonda hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan ta’ sampai.

Elang, Rajawali burung angkasa
Turunlah tuan barang sementara
Beta bertanya sepatah kata
Adakah tuan melihat adinda?

Mega telahku sapa
Margasatwa telahku tanya
Maut telahku puja
Tetapi adinda manatah dia !

Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

About mizmizhl

miz hl
This entry was posted in Amir Hamzah, esemka tiga tegal, SMK N 3 TEGAL, smk3tegal. Bookmark the permalink.

2 Responses to BUAH RINDU II – Amir Hamzah

  1. anak smp ku says:

    dari karya indah beliau, buah rindu yang paling saya ngefans.. kalau karya mbah chairil anwar yang puisi untuk sri ayati.. sejuk dinikmati.🙂

  2. anak smp ku says:

    dari karya indah beliau, buah rindu yang paling saya ngefans.. kalau karya mbah chairil anwar yang puisi untuk sri ayati.. sejuk dinikmati.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s